Inspirasi Pagi

Sejak kelahiran adik True, saya jadi sering terbangun jam 4 pagi. Bangun dalam arti yang sesungguhnya ya, bukan cuma buka mata, ke kamar mandi, kemudian tidur lagi. Sebenarnya ini hal yang biasa waktu saya di Jawa, ritme kehidupan di Waingapu yang lebih lambat membuat saya terbiasa bangun agak siang. Bangun jam 6 pagi cukuplah untuk menyiapkan sarapan.

Bangun pagi di saat orang lain masih terlelap itu menjadi me time bagi saya. Pagi ini di dalam keheningan, saya rindu banget untuk mengatur kembali disiplin rohani saya yang menukik tajam sejak pindah ke Sumba. Saat teduh saya bolong-bolong. Jarang berdoa curhat sama Tuhan, berdoa terasa seperti rutinitas saja. Tidak pernah ikut persekutuan lagi. Ternyata saya merasa kering, sekering tanah di Sumba.

Ada banyak hal yang bisa saya dapatkan ketika melatih disiplin rohani. Mendengar kata “disiplin rohani” itu kesannya koq serem yah, jadi berasa sok suci. Sebenarnya nggak terlalu menyeramkan kalau dicoba, malahan bisa bikin ketagihan. Seperti tubuh kita yang sudah terbiasa olahraga, badan terasa lebih segar dan sehat, demikian juga dengan disiplin rohani, jiwa terasa lebih segar dan sehat. 
Saat teduh dan membaca alkitab setiap hari membuat saya semakin mengenal Tuhan. Renungan harian dan ayat-ayat yang saya baca mungkin tidak selalu pas dengan pergumulan yang sedang saya alami. Namun sedikit demi sedikit firman itu masuk dan membuat saya mengenal Tuhan, mengetahui apa yang DIA mau saya lakukan ketika saya menghadapi suatu permasalahan hidup. Walau jujur kenyataannya masih ada hal-hal dimana saya berusaha “lari” dari yang DIA mau. Tapi pelan-pelan DIA menuntun saya, dan ternyata ketika saya melihat hasilnya, Tuhan itu luar biasa baik. Dalam hidup pasti ada hal-hal dimana kita berada di persimpangan dan harus memutuskan mana yang terbaik. Tanya saja ke Tuhan yang tahu segalanya. Bagaimana caranya tahu apa yang Tuhan katakan? Bagaimana kita bisa tahu kalau kita tidak berkomunikasi denganNya?
Saya terinspirasi juga dari Ahok yang setiap pagi disiplin membaca firman Tuhan. Hasilnya? Luar biasa hikmat, integritas, dan kekuatan yang Tuhan berikan buat dia. Dia dijegal, tetapi namanya semakin berkibar tidak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Kalau saya yang saat ini jadi Ahok, mungkin saya sudah menyerah di awal dan ikut terseret arus. 

Jadi pagi ini saya mau berkomitmen lagi untuk melatih disiplin rohani, untuk saya sendiri, untuk suami dan anak-anak saya, untuk keluarga saya. Hidup ini keras Jendral! Kalau tanpa Tuhan berjalan bersama kita, kita sudah selesai.
Selamat pagi. Selamat beraktivitas.

Waingapu, 8 Juni 2017.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s