Balik Lagi ke Clodi – Review Clodinya bang Asa

Balik lagi ke clodi! Kenapa? Sudah insaf? Mau bertobat untuk go green? Jujur saya sih bukan orang yang go green, yang selalu memakai produk daur ulang atau anti plastik dan segala sesuatunya yang bisa merusak bumi. Tapi saya bisa nyinyir dengan orang yang buang sampah sembarangan, apalagi melempar sampah sembarangan dari dalam mobil. Sejak tinggal di Sumba saya jadi terbiasa untuk hemat air dan listrik. Selain karena di rumah dinas hampir setiap hari mati lampu dan mati air, miris juga melihat buanyak sekali daerah di Sumba yang belum ada listrik dan air.

Bang Asa mulai memakai clodi pada umur sekitar 2 bulan sampai sekitar 5 bulan. Sejak umur 2 minggu bang Asa memakai pospak setelah sebelumnya memakai popok tali. Waktu itu sedang ada masalah pdam di rumah di Semarang hingga mau tidak mau kami harus menghemat air, dan bang Asa yang jadi “korban” harus beralih ke pospak selama 24 jam sehari. Selama memakai pospak sempat beberapa kali ruam jika memakai merk pospak murah tertentu. Duh ini bayi bisa dibilang mahal deh, pospaknya harus merk tertentu yang bisa dibilang mahal, dan setiap pipis harus ganti, karena setiap pipis pasti nangis, kalau tidak segera diganti nggak mau diam, walau pospaknya dan pantatnya tetap kering. Alhasil sampah pospak menumpuk, bahkan tukang sampah sampai protes. Hingga akhirnya permasalahan air kelar, dan hidup kembali normal. Tapi saya sudah terbiasa oleh kepraktisan pospak. Tapi hati ini galau mengingat sampah pospak yang dihasilkan oleh seorang bayi saja bisa segitu banyaknya. Maka untuk menjawab kegalauan tersebut, saya mulai beralih ke clodi. Selama 3 bulan itu bang Asa hanya berhasil memiliki 1 cover Ecobum, 2 Ecobum pocket snap minky, 2 GG pocket velcro, 1 pumpkins, dan 1 pocket snap rumparooz. Jadi total ada 7 clodi dengan 11 insert dan 2 prefold. Emang cukup mak? Jelas nggak! Jadilah bang Asa hanya setengah hari berclodi. Sore dan malam hari pakai pospak. Itu pun nyucinya kejar tayang melebihi stripping sinetron, tiap ada clodi kotor langsung cuci. Untungnya kejadian kejar tayang yang bikin encok ini hanya berlangsung sekitar 3 bulan. Setelah itu kami pindah ke Sumba, dimana kejadian air pdam mati jauh lebih sering. Yasalam sejak usia 6 bulan bang Asa memakai pospak. Yang paling bikin ngenes harga pospak di Waingapu jauh lebih mahal daripada di Jawa. Dompet mamak menangis bang! Untungnya bang Asa sudah merakyat bisa memakai pospak yang banyak ada di pasaran, dan yang paling penting nggak harus ganti setiap kali pipis. Anakku memang pengertian. Lalu, kalau harga pospak jauh lebih mahal, kenapa nggak pakai clodi lagi minimal setengah hari seperti dulu? Selain karena sering mati air, bang Asa sudah susah dipakein clodi model pocket ataupun cover. Bayi aktif ini sudah nggak mau disuruh telentang walau hanya beberapa detik saja untuk memakai clodi. Kudunya memakai clodi model celana. Tapi karena saya sudah keenakan pakai pospak, yaudah deh clodi teronggok manis aja tuh di lemari.

Demikianlah bang Asa memakai pospak full 24 jam sehari sampai usia 18 bulan. Pengeluaran untuk pospak sekitar Rp 1 juta per bulan. Sebel ih kalo dipikir-pikir, sudah boros, jadi sampah yang sulit terurai pula. Maka saya memutuskan bang Asa mulai ditatur. Awalnya saya membelikan training pants biasa, motifnya lucu-lucu, sayang tidak menyerap pipis. Pipis langsung ngucur ke lantai, sama saja seperti pakai celana dalam biasa. Ada lagi training pants merk klodiz, yang mana lebih bisa menyerap sehingga pipis tidak langsung membasahi lantai, tapi celana dan baju ikut basah. Iya, bang Asa termasuk anak yang heavy wetter. Belum lagi kalau tidur siang, saya harus melapisi tempat tidur lagi supaya pipisnya nggak membasahi sprei.

Ecobum Super Trainer

Suatu hari saya melihat di instagram ada penjual clodi  yang upload ecobum super trainer. Saat itulah saya mulai keracunan clodi. Mata langsung berbinar-binar melihat begitu paket ecobum super trainer ini datang. Sama seperti clodi pada umumnya, bahan outer (lapisan luar) dari PUL yang waterproof. Yang membedakan adalah inner (lapisan dalam) yang terbuat dari bahan bambu dan dijahit sekalian dengan lapisan penyerapnya. Tidak ada lapisan fleece atau suede yang biasanya ada di clodi biasa yang membuat clodi-clodi biasa ini menjadi tetap kering. Bahan inner dari bambu membuat anak tetap merasakan sensasi basah. Dan yang saya paling suka dari bahan bambu ini adalah tidak berbau pesing setelah dipipisin, berbeda dengan bahan katun atau microfiber. Minusnya lebih lama keringnya, tapi lapisannya tipis koq, dijemur sehari bisa kering. Berbeda dengan insert bambu yang lebih tebal, biasanya butuh waktu 1-2 hari supaya bisa kering. Yang saya suka lagi dari celana tatur alias training pant ini adalah tampak pas atau slim dipakai di bang Asa, kecuali kalau ditambahkan insert lagi di pocketnya, ya jadi clodi deh namanya, bukan training pant.

20170503_140814
Ecobum Super Trainer. Kiri atas : pocket, kalau mau memasukkan insert tambahan. Kanan bawah : snap untuk mengatur ukuran pinggang.

Setelah 1 bulan bang Asa ditatur, yang mana saya masih santai dan nggak kejar target, bang Asa sudah bisa bilang pipis dan pup. Misalnya dari 10x pipis, 2-3 di antaranya sudah berhasil pipis di toilet tanpa ngompol. *emakoptimis. Sementara kalau mau pup bang Asa mepet banget kasih taunya, harus segera “dilarikan” ke toilet. Mamak pun optimis sebentar lagi anaknya lulus. Tapi, kenyataan berjalan lain. Pada akhir Maret lalu kami ke Semarang selama seminggu, dan yak jelas saya pilih pospak demi praktisnya hidup. Alhasil pulang dari Semarang saya harus mulai dari nol lagi.

Sejak membeli ecobum super trainer, saya jadi keracunan clodi lagi. Apalagi sejak ilmu taturnya bang Asa dimentahkan lagi setelah pemakaian pospak selama seminggu, saya jadi bertekad untuk menggunakan full clodi ke bang Asa dan adiknya yang sebentar lagi lahir. Berikut ini review beberapa clodi yang pernah dipakai bang Asa.

Rumparooz

Rumparooz (rar) ini adalah satu-satunya clodi import mahal punya bang Asa, padahal belinya juga waktu ada diskon, tapi tetep aja terasa mahal karena performanya yang biasa saja. Ada 2 insert microfiber, ukuran newborn dan ukuran besar yang bisa dilipat. Insert yang kecil bisa dikancing di insert besar bila ingin double insert. Saya jarang memakai insert yang besar karena tampak bulky, lebih sering memakai insert bambunya ecobum.

Plus :

  • Fit dipakai bang Asa, slim jika tidak menggunakan insert bawaannya.
  • Ada inner gusset untuk mencegah pup meleber ke samping.
  • Suka sama warna birunya.
  • Velcronya cukup kuat.
  • Innernya lembut, outernya dari bahan PUL dan lembut.
  • Settingan ukuran S (newborn) tampaknya tidak terlalu besar. Jadi nggak sabar untuk mencobanya di adeknya bang Asa.

Minus :

  • Mahal
  • Adanya inner gusset menyulitkan untuk dibersihkan bila kena pup.
20170503_143846_1.jpg
Rumparooz pocket.

Ecobum Snap Minky

Favorit! Saya beli yang insert bambu. Ada 2 insert, satu insert panjang (banget) dan satu insert reguler. Insert panjang biasanya saya lipat tiga supaya dapat menyerap pipis lebih banyak pada pemakaian malam. Memang jadi agak bulky tapi top banget untuk pemakaian sepanjang malam. Biasanya bang Asa pakai dari jam 9 malam sampai jam 5 pagi.

Plus :

  • Bahan minky dan innernya lembut.
  • Lubang pocketnya yang lebar memudahkan untuk memasukkan insert.
  • Berbeda dengan inner gusset, double leg gusset ini beneran bisa mencegah pup meleber ke samping dan gampang dibersihkan.
  • Jahitannya rapi.
  • Suka banget dengan insert bambu yang halus, tipis (tidak setebal microfiber), dan tidak berbau pesing ketika sudah kena pipis.

Minus :

  • Tampak bulky dipakai bang Asa umur 3 bulan. Pada waktu itu lebih tampak slim kalau pakai rar. Tapi mulai usia 18 bulan clodi ini tampak fit di bang Asa.
  • Insert bambu lama keringnya.

20170503_151023.jpg

Pumpkins

Saya beli yang insert bambu. Insert bambunya tidak sebagus ecobum punya. Dulu ini clodi favorit saya juga karena cuttingnya yang bikin slim banget di bang Asa. Sampai sekarang pun masih tampak slim, hanya memakainya agak sulit karena ada snap tambahan yang sepertinya untuk mencegah wing drop.

20170503_141909_1.jpg

GG

Clodi buatan lokal seperti ecobum, tapi performanya di bawah ecobum.

Plus :

  • Cuttingnya cukup slim untuk bang Asa.
  • Outer PUL nya lembut.
  • Velcronya kuat.
  • Harganya murah.

Minus :

  • Innernya tidak selembut ecobum.
  • Waktu bang Asa berumur di bawah 6 bulan kadang pupnya meleber dari samping walau ada inner gussetnya. Tapi sekarang sih baik-baik saja karena konsistensi pupnya kan sudah padat.
20170505_133928.jpg
Kiri : GG b-dipe. Kanan : koleksi clodi newborn untuk adiknya bang Asa. Yang warna biru itu rar disetting di size paling kecil, ukurannya jadi sama dengan clodi newborn lainnya.

Ecobum Universal Cover

Katanya sih ini bisa dipakai dari newborn yang mana sering banget pup dan pipis jadi tinggal ganti insertnya aja, covernya dilap aja kalau nggak kena pup. Tapi berdasarkan pengalaman sih, walau insert sudah kena pipis, insert yang lembab juga mengotori cover, rasanya koq nggak bersih ya kalo cuma dilap aja. Jadi ya dulu bang Asa tetep ganti semuanya kalau pipis. Oh ya dapat 1 buah prefold yang mana menurut saya lumayan sulit dipakai, tidak semudah insert. Dulu bang Asa sudah kegedean untuk dipakaikan prefold. Jadi ya saya jadikan insert saja. Tapi untuk adiknya bang Asa mau saya coba lagi nih. Kalau untuk newborn mungkin masih muat dan penting pakai prefold supaya pup tidak meleber kemana-mana.

Plus :

  • Cepat kering. Ya iyalah, nggak ada innernya koq.
  • Slim. Ya karena nggak ada innernya juga.

Minus :

  • Rasanya cuttingnya masih terlalu besar untuk newborn.

Gambar di bawah ini adalah clodi-clodi barunya bang Asa. GG T-dipe atau pants baru mau dijajal. Sementara ecobum universal cover ini baru beli lagi.

20170505_104604.jpg
Kiri atas : clodi baru! GG pants dan Ecobum Universal Cover. Kanan atas : insert birdy – bambu – microfiber. Kiri dan kanan bawah : GG pants. 

Dan masih ada clodi-clodi lainnya yang masih dalam proses pengiriman. Semoga niatan suci full clodi ke adiknya bang Asa bisa terealisasi. Bukan hanya kalap mata melihat clodi lucu-lucu di online shop.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s