Baca Ini Sebelum Mengunjungi Ibu yang Baru Melahirkan

Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman (atau perasaan?) pribadi saya ketika menjadi ibu baru. Sudah lama saya ingin menulis tentang ini, tetapi saya urungkan niat karena takut bias dengan emosi ibu baru. Ibu yang baru melahirkan mengalami kelelahan. Perubahan hormonal, perubahan hidup dan jam biologis dikarenakan adanya bayi baru lahir yang membutuhkan perhatian ekstra 24 jam sehari membuatnya kelelahan tidak hanya secara fisik tapi juga psikis. Jadi jangan heran kalau teman atau kerabat kita jadi sensi tingkat dewa. Hal ini bisa saja terjadi sampai dua atau tiga bulan setelah melahirkan.

Setelah setahun sejak niat menulis itu muncul, ternyata idenya tidak berubah. Jadi, berikut hal-hal yang perlu kita tahu sebelum mengunjungi teman, keluarga, atau kerabat yang baru saja melahirkan.

Ps : Sekali lagi ini berdasarkan pengalaman dan perasaan pribadi loh ya.. mungkin buat orang lain ini bukan masalah.

1. Beri tahu waktu berkunjung.

Ini penting! Apalagi kalau sang ibu sudah pulang ke rumah. Ketika masih di rumah sakit, ada perawat atau bidan yang membantu merawat bayinya. Tapi ketika sudah di rumah, hidup baru yang sebenarnya telah dimulai. Mungkin dia sangat kelelahan dan baru saja ingin tidur. Bayangkan ketika rumah masih berantakan, belum mandi, muka kusut, atau sedang menyusui tiba-tiba dikunjungi, bisa-bisa lupa menutup kancing baju langsung keluar menerima tamu.

2. Hati-hati jika ingin memberikan saran atau komentar.

“Asinya sedikit ya, salah posisi kali tuh..”

“Babynya koq agak kuning ya, kurang minum tuh..”

“Kenapa dikasih susu formula? Yang paling baik kan asi..”

“Wahh.. koq nggak mirip mamanya (atau bapaknya)!”

Mungkin kita bermaksud baik memberikan saran, atau hanya bercanda tentang si bayi, tetapi hal ini bisa saja menyakiti perasaan si ibu. Ingat! Ibu baru itu perasaannya lebih sensitif. Mengenai pilihan ibu untuk memberikan susu formula pada bayinya bisa jadi karena faktor medis atau hal-hal lainnya. Jika memang ingin memberi saran, bijaklah dalam memilih kata-kata dan waktu yang tepat.

3. Ingat waktu dan peka

Kadang kita terlalu asik mengobrol hingga tidak ingat waktu dan tidak peka terhadap kondisi ibu dan bayi. Mungkin sudah waktunya sang bayi menyusu atau sang ibu memerah asi tetapi tidak enak untuk permisi atau karena tidak ada ruangan lain ya pasrah aja nunggu tamu pulang. Masa iya mau mengumbar tetikadi ke semua orang.

4. Cuci tangan dan minta izin untuk menyentuh bayinya

Sistem imun bayi baru lahir belum sebaik orang dewasa. Begitu banyak bakteri dan virus yang kita bawa dari luar yang dapat menginfeksi si bayi. Apalagi kalau kita sedang sakit, sebaiknya tunggu sampai sembuh dulu baru datang berkunjung. Minta izin ke sang ibu kalau kita mau memegang, bahkan menggendong bayinya.

5. Tanyakan butuh hadiah apa

Menanyakan lebih dulu ke teman atau kerabat kita mau dikasih hadiah apa justru membuat pemberian kita terpakai loh. Mungkin ini untuk teman dekat saja ya, karena kalau nggak dekat pasti sungkan baik untuk si penanya atau yg ditanya. 😁 Oh ya kebanyakan orang bawa hadiah untuk sang bayi, bawa hadiah untuk ibu boleh banget loh.
Yak lima hal itu saja sih yang menurut saya perlu banget kita tahu sebelum mengunjungi teman atau kerabat yang baru melahirkan. Tidak perlu terburu-buru juga untuk menengok karena ibu dan bayi juga sedang dalam masa pemulihan. Santai saja..

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s